Rabu, 25 Agustus 2010

modul pertumbuhan dan perkembangan

BAB I
PENDAHULUAN

Salah satu ciri makhluk hidup adalah tumbuh dan berkembang, Tumbuhan terorganisasi dengan baik, dan termasuk makhluk hidup karena mampu mengolah bahan makanan sendiri dan energi dilingkungannya dan mempertahankan entropi tetap rendah. Pertumbuhan dan perkembangan berawal dari sel tunggal yaitu sel zigot yang tumbuh dan berkembang menjadi organisme multisel.
Berkembangnya sel zigot secara terus menerus ini untuk menjadi individu baru yang normal berlangsung dengan pembelahan sel menghasilkan sel sel yang baru yang banyak diantaranya tidak hanya menjadi lebih besar tetapi juga lebih kompleks. Sel mengalami perubahan dengan cara yang berbeda – beda, menghasilkan tumbuhan dewasa yang tersusun dengan dari berbagai jenis sel.
Perkembangan dan pertumbuhan juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan, cahaya sangat berperan selain dalam proses fotosintesis, tumbuhan juga sangat tanggap dalam suhu, dan pengaruh hormon dalam proses perubahan dari fase vegetatif ke fase reproduktif.
Proses perubahan inilah yang merupakan latar belakang yang bertujuan untuk memahami proses pertumbuhan dan perkembangan khususnya yang terjadi dalam tumbuhan. Disini akan membahas jenis – jenis pertumbuhan, faktor - faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.











BAB II
ISI

A.     PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TUMBUHAN

Pertumbuhan adalah proses pertambahan ukuran sel atau organisme. Pertumbuhan ini bersifat kuantitatif / terukur. Perkembangan adalah proses menuju kedewasaan pada organisme.
Proses ini berlangsung secara kualitatif. Baik pertumbuhan atau perkembangan bersifat irreversibel. Bila kita menanam biji tanaman, dapat diamati bahwa dari hari ke hari terjadi perubahan tinggi. Secara kualitatif, terlihat bentuk awal (biji) yang demikian sederhana menjadi bentuk tanaman yang lengkap.
Pada tanaman yang sedang tumbuh, terlihat adanya pembentukan organ-organ baru. Misalnya daun semakin banyak, akar semakin panjang dan bertambah banyak. Melihat arah pertumbuhan, tanaman tumbuh kedua arah utama:
- Akar ke bawah (Menuju ke bumi)
- Daun (dan batang) ke atas
Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi.
Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel, membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda.
Terdapat 2 macam pertumbuhan, yaitu:
a. Pertumbuhan Primer
Terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Berlangsung pada embrio, bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang.


·        Pada embrio
Perkecambahan diawali dengan peristiwa imbibisi (gerakan air dari lingkungan luar melintasi selaput biji untuk keperluan perkecambahan). Bagian-bagian biji yang berperan pada pertumbuhan primer embrionik :
a) Tunas embrionik (plumula), calon batang dan daun (kuncup)
b) Akar embrionik (radikula), calon akar
c) Keping biji (kotiledon), berisi cadangan makanan bagi embrio (endosperm)
Pada rumput-rumputan terdapat koleoriza untuk melindungi radikula dan Koleoptil untuk melindungi plumula. Jenis perkecambahan dibagi dua Berdasarkan letak kotiledon :
a) Hipogeal = kotiledon tetap berada di bawah permukaan tanah
b) Epigeal = kotiledon terangkat ke atas permukaan tanah
1)      Pada bagian apikal
Daerah ujung akar terdiri dari :
o          Tudung akar (kaliptra), daerah paling ujung dari akar yang mengeluarkan cairan untuk menggemburkan tanah sehingga akar dapat menembus tanah.
o          Daerah pembelahan sel (daerah meristem), terdapat di belakang ujung akar merupakan pusat pembentukan meristem primer ditandai dengan sel-sel yang aktif membelah dengan cepat.
o          Daerah pemanjangan sel, berfungsi menyimpan cadangan makanan dan memperpanjang akar, sel-selnya lebih panjang dari sel-sel daerah meristem,mulai mengalami diferensiasi struktur sel.
o          Daerah diferensiasi sel (jaringan primer), daerah yang struktur dan bentuknya berbeda-beda membentuk spesialisasi struktur dan fungsi sel, terdapat bulu-bulu akar yang berperan untuk menyerap mineral-mineral dari dalam tanah, sel-sel tersebut terdiferensiasi menjadi :
• Protoderm / lapisan luar meristem / epidermis
• Meristem besar / jaringan dasar tumbuhan
• histogen Prokambium / silinder pusat (stele)
Keterangan :  gambar sayatan membujur akar lengkap dengan daerah pertumbuhannya
Keterangan : Anatomi tumbuhan bagian meristem apical pada ujung batang.
Teori tentang perkembangan meristem apikal diterangkan dengan teori dan teori tunika korpus dan teori histogen. Teori ini pada umumnya berlangsung pada tumbuhan angiospermae.
- Teori tunika korpus, pada tahun 1972 teori yang menyatakan bahwa titik tumbuh akar dan batang pada tumbuhan terdiri atas 2 zona yang terpisah susunannya, yaitu tunika dan korpus.Tunika merupakan lapisan terluar, yang selanjutnya berkembang menjadi jaringan primer. Korpus adalah bagian pusat titik tumbuh yang memiliki kemampuan membelah ke segala arah. Teori tunika korpus dikemukakan oleh ahli botani Schmidt
Teori histogen dikemukakan pada tahun 1868 yaitu Titik tumbuh akar dan batang pada tumbuhan disebut dengan histogen. Histogen terdiri dari plerom (bagian pusat akar dan batang yang akan menjadi empulur dan fasis), dermatogen (Lapisan terluar yang akan menjadi epidermis) dan periblem (lapisan yang akan menjadi korteks). Teori ini dikemukakan oleh Hanstein.
2)      Daerah Ujung batang terdiri dari :
o          Meristem embrional, saat tumbuhan mengalami perkecambahan.
o          Meristem kambium, saat tumbuhan sedang tumbuh dan telah berkembang secara sempurna.
Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer. Daerah pertumbuhan pada akar dan batang berdasar aktivitasnya tcrbagi menjadi 3 daerah : a. Daerah pembelahan Sel-sel di daerah ini aktif membelah (meristematik) b. Daerah pemanjangan Berada di belakang daerah pembelahan c. Daerah diferensiasi Bagian paling belakang dari daerah pertumbuhan. Sel-sel mengalami diferensiasi membentuk akar yang sebenarnya serta daun muda dan tunas lateral yang akan menjadi cabang.


b. Pertumbuhan Sekunder

Merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil, gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumubuhan.
Disebabkan oleh aktivitas kambium, antara lain :
1)      Kambium intravaskuler membelah ke arah dalam membentuk xilem dan ke arah luar membentuk floem.
2)      Parenkim batang atau akar yang terdapat diantara vasis (pembuluh) berubah menjadi kambium intervaskuler.
3)      Kambium gabus (felogen) membelah ke arah dalam membentuk feloderm dan ke arah luar membentuk felem.
Pertumbuhan sekunder pada dikotil tidak berlangsung secara tetap sepanjang tahun. Pada saat musim hujan dan cukup zat-zat hara pertumbuhan berlangsung cepat, sedangkan pada saat musim kemarau berjalan lambat. Hal ini menimbulkan lingkaran - lingkaran pada batang yang disebut lingkaran tahun. Aktivitas kambium membentuk xilem dan floem yang lebih cepat daripada pembentukan kulit pohon menyebabkan kulit pohon (korteks dan epidermis) pecah, untuk mengatasinya kambium gabus (felogen) membentuk feloderm ke arah dalam dan felem ke arah luar. Feloderm merupakan sel hidup, sedangkan felem merupakan sel mati.
Jika sel kambium membelah ke arah luar, akan membentuk sel floem, sebaliknya jika sel kambium membelah ke arah dalam akan membentuk xilem. Xilem dan floem yang terbentuk dari aktivitas kambium disebut xilem sekunder dan floem sekunder. Pertumbuhan xilem dan floem tersebut menyebabkan batang bertambah besar dan terbentuk lingkaran tahun yang dipengaruhi oleh aktivitas pada musim kemarau dan musim penghujan.
                       
                                (a)                                                                           (b)
Gambar : a. Pertumbuhan skunder pada batang,b. Letak pertumbuhan skunder tubuh tumbuhan
Perkembangan merupakan proses perubahan yang menyertai pertumbuhan, menuju tingkat pematangan atau kedewasaan makhluk hidup. Proses perubahan secara berurutan adalah dari spesialiasi, diferensiasi, histogenesis, organogenesis dan gametogenesis). Perkembangan merupakan proses kualitatif yang tidak dapat diukur.
c.       Pengaruh Nutrien pada pertumbuhan Tumbuhan
Di bawah ini terdapat beberapa Unsur hara dan Fungsi :
·        Belerang (S) Merupakan komponen utama protein dan koenzim pada tumbuhan
·        Fosfor (P) Merupakan komponen pembentuk asam nukleat, fosfolipid, ATP dan beberapa koenzim
·        Magnesium (Mg) Merupakan komponen klorofil dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan
·        Kalsium (Ca) Merupakan unsur penting dalam pembentukan dan stabilitas dinding sel, memelihara struktur dan permeabilitas membran, dan mengaktifkan banyak enzim pada tumbuhan
·        Kalium (K) Merupakan kofaktor yang berfungsi dalam sintesis protein
·        Nitrogen (N) Merupakan komponen asam nukleat, protein, hormon dan koenzim
·        Oksigen (O) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
·        Karbon (C) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
·        Hidrogen (H) Merupakan komponen utama senyawa organik tumbuhan
·        Molibdenum (Mo) Komponen esensial untuk fiksasi nitrogen
·        Nikel (Ni) Kofaktor untuk enzim yang berfungsi dalam metabolisme nitrogen
·        Seng (Zn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim
·        Mangan (Mn) Merupakan unsur yang aktif dalam pembentukan klorofil, mengaktifkan beberapa enzim
·        Besi (Fe) Merupakan komponen sitokrom, mengaktifkan beberapa enzim
·        Klor (Cl) Diperlukan untuk tahapan pemecahan air pada fotosintesis, diperlukan dalam menjaga keseimbangan air
d. Perkecambahan
Adalah proses pertumbuhan biji menjadi makhluk hidup baru, atau Perkecambahan adalah tumbuhnya embrio dalam biji secara perlahan menjadi tumbuhan dewasa. Perkecambahan dipengaruhi oleh faktor eksternal (kadar air, suhu, oksigen, dan cahaya) dan faktor internal (hormon, kematangan embrio, dann sifat dormansi biji)
Berdasarkan letak kotiledonnya, perkecambahan dibedakan atas:
1. Perkecambahan tipe epigeal
Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon berada di atas permukaan tanah. Biasanya terjadi pada tanaman dikotil
2. Perkecambahan tipe hipogeal
Perkecambahan yang ditandai dengan posisi kotiledon (biji) tetap berada di dalam tanah. Biasanya terjadi pada tanaman monokotil
Contoh: perkecambahan pada biji kacang tanah dan kacang kapri.
 Perkecambahan epigeal: apabila terjadi pembentangan ruas batang di bawah daun lembaga atau hipokotil sehingga mengakibatkan daun lembaga dan kotiledon terangkat ke atas tanah. Contoh: perkecambahan pada biji buncis dan biji jarak.
Urutan proses perkecambahan:
Masuknya air kedalam biji imbibisi, Aktifnya enzim-enzim untuk proses metabolisme, membongkar cadangan makanan dalam kotiledon / endosperm, Hasil pembongkaran berupa sumber energi sebagai bahan penyusun komponen sel, dan pertumbuhan embrio. Embrio tumbuh dan berkembang.
           

Keterangan : (a) Petumbuhan biji dan bagian – bagiannya,
(b)Proses pertumbuhan dan perkembangan biji membentuk kecambah yang kotiledonnya tumbuh diatas permukaan tanah. (c) Pertumbuhan kecambah bila kotiledonnya tumbuh di atas permukaan tanah

e. Faktor – faktor yang mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan.
v     Faktor Internal
1. Genetik (hereditas)
Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat dalam sel makhluk hidup. Gen bekerja untuk mengkodekan aktivitas dan sifat yang khusus dalam pertumbuhan dan perkembangan
2. Enzim
Enzim merupakan suatu makromolekul (protein) yang mempercepat suatu reaksi kimia dalam tubuh makhluk hidup (Biokatalisator).
Suatu rangkaian reaksi dalam tubuh makhluk hidup tidak dapat berlangsung hanya melibatkan satu jenis enzim.Perbedaan jenis gen menyebabkan terjadinya perbedaan respons pertumbuhan terhadap kondisi lingkungan yang sama
3. Hormon (fitohormon)
Hormon merupakan zat pengatur tumbuh, yaitu molekul organik yang dihasilkan oleh satu bagian tumbuhan dan ditransportasikan ke bagian lain yang dipengaruhinya. Hormon dalam konsentrasi rendah menimbulkan respons fisiologis.
Terdapat 2 kelompok hormon yaitu
a.  Hormon pemicu pertumbuhan (auksin, Giberelin dan sitokinin)
b. Hormon penghambat pertumbuhan (asam absisat, gas etilen, hormon kalin dan asam traumalin.
- Hormon Auksin
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : Fritz Went (peneliti asal belanda)
Objek penelitian : Rumput (Avena sativa)
Hasil penelitian : mengekstraks zat pengatur fototropisme pada tumbuhan rumput
Kesimpulan : auksin banyak diproduksi di jaringan meristem. Kadar auksin dipengaruhi oleh cahaya matahari, dan auksin mempengaruhi percepatan pembelahan sel pada daerah meristem apical
Hormon auksin yang pertama kali diisolasi adalah IAA (indol asam asetat), IAA dihasilkan oleh organ titik tumbuh yaitu ujung tunas, daun muda, bunga, buah, sel-sel kambium, dan ujung akar.
Struktur auksin:
Struktur yang paling dikenal adalah IAA (Indol Acetik acid), yang mirip dengan asam amino triptophan. Aktivitasnya dihambat oleh cahaya matahari
Auksin disintesis di meristem apikal, daun-daun muda dan biji
Fungsi hormon Auksin :
a.Merangsang pemanjangn sel pada daerah titik tumbuh
b. Merangsang pembentukkan akar
c. Merangsang pembentukkan buah tanpa biji (partenokarpi)
d. Merangsang differensiasi jaringan pembuluh
e. Merangsang absisi ( pengguguran pada daun)
f. Berperan dalam dominansi apical

Gambar : Pengaruh auksin pada perkembangan tumbuhan.


-  Hormon Giberelin
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : Ewiti. Kurosawa
Objek penelitian : Tanaman padi (Oryza sativa) yang terkena penyakit foolish seedling (tanaman pucat dan luar biasa panjang) dan jamur Gibberella fujikuroi
Hasil penelitian : mengisolasi giberelin dari jamur Gibberella fujikuroi, yang diberi nama giberelin (GA/Giberelic acid)
Kesimpulan : pemanfaatan giberelin secara umum menyebabkan pertumbuhan raksasa
Fungsi Giberelin :                                                          
a. Merangsang pemanjangan batang dan pembelahan sel
b. Merangsang perkecambahan biji
c. Memecah dormansi biji
d. Merangsang pembungaan dan pembuahan

- Hormon Sitokinin
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : Van Overbeek
Objek penelitian : pertumbuhan embrio dan air kelapa muda
Hasil penelitian : mengisolasi zat yang menyebabkan pembelahan sel (sitokinesis) yang disebut kinetin
Jenis : Kinetin, Zeatin (pada jagung) benzil amino purin
Kesimpulan : pemanfaatan sitokinin secara umum menyebabkan pertumbuhan tunas-tunas samping (lateral) sehingga tanaman menjadi rimbun
Fungsi Sitokinin
a. Bersama auksin, dan giberelin merangsang pembelahan dan pemanjangan sel
b. Menghambat dominansi apikal oleh auksin
c. Merangsang pertumbuhan kuncup lateral
d. Merangsang pemanjangan titik tumbuh
e. Mematahkan dormansi biji serta merangsang pertumbuhan embrio
f. Merangsang pembentukan akar cabang
g. Menghambat pertumbuhan akar adventive
h. Menghambat proses penuaan (senescence) daun, bunga dan buah dengan cara mengontrol Proses kemunduran yang menyebabkan kematian sel-sel daun

- Hormon Asam Absisat (ABA)
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : P.F. Wareing dan F.T. Addicott
Objek penelitian : buah kapas
Hasil penelitian : Mendorong terjadinya perontokkan (absisi) pada tumbuhan
Jenis : Kinetin, Zeatin (pada jagung) benzil amino purin
Kesimpulan : hormon yang menyebabkan kerontokan ada saun dan buah
Fungsi Hormon Asam Absisat (ABA)
a.   Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan di daerah titik tumbuh
b.   Memacu pengguguran daun pada saat kemarau untuk mengurangi penguapan air
c.   Membantu menutup stomata daun untuk mengurangi penguapan
d.   Mengurangi kecepatan pembelahan dan pemanjangan sel bahkan menghentikannya
e.   Memicu berbagai jenis sel tumbuhan untuk menghasilkan gas etilen
f.     Memacu dormansi biji agar tidak berkecambah

- Hormon gas etilen
Asal kata : Bahasa Latin
Penemu : R. gene (1934)
Objek penelitian : buah yang masak
Hasil penelitian : Gas etilen mempercepat pemasakan buah
Jenis : hormon tumbuhan yang berbentuk gas
Kesimpulan : Pembentukkan gas etilen dipengaruhi oleh O2 dan dihambat oleh CO2
Fungsi hormon gas etilen
a.       Mempercepat pematangan buah
b.      Menghambat pemanjangan akar, batang dan pembungaan
c.       Menyebabkan pertumbuhan batang menjadi kokoh dann tebal
d.      Merangsang proses absisi
e.       Interaksi antara etilen dengan auksin memacu proses pembungaan
f.        Interaksi antara etilen dengan giberelin mengontrol rasio bunga jantan dengan bunga betina pada tumbuhan monoceus

- Hormon Luka / Kambium luka / Asam traumalin
Hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian yang luka, Vitamin B12 (riboflavin), piridoksin (vit. B6) asam ascorbat (vit. C), thiamin (vitamin B1), asam nikotinat merupakan jenis vitamin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan, Vitamin berperan sebagai kofaktor.

- Hormon Kalin
Dihasilkan pada jaringan meristem. Memacu pertumbuhan organ tubuh tumbuhan Jenisnya adalah:
a. Fitokalin : memacu pertumbuhan daun
b. Kaulokalin : memacu pertumbuhan batang
c. Rhizokalin : memacu pertumbuhan akar
d. Anthokalin : memacu pertumbuhan bunga dan buah
Florigen hormon tumbuhan yang khusus merangsang pembentukan bunga

v     Faktor Eksternal adalah :
1. Unsur hara
Kebutuhan unsur hara untuk proses pertumbuhan dan perkembangan:
Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah banyak: C, H, O, N, S, P K, S, Ca, dan Mg
Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit: Fe, B, Mn, Cu, Zn, Mo, Cl dan Ni
unsur karbon diambil tumbuhan dalam bentuk CO2
Unsur hidrogen diambil tumbuhan dalam bentuk H2O
Oksigen diambil tumbuhan dalam bentuk CO­2. H2O dan O2
Unsur C, H, dan O merupakan unsur utama penyusun Karbohidrat, lemak dan protein
Gejala Kekurangan unsur hara disebut defisiensi.

2. Suhu
Pertumbuhan dan perkembangan dipengaruhi oleh suhu, Suhu yang baik untuk pertumbuhan adalah sushu optimum. Pertumbuhan dan perkembangan akan terhambat bila berada pada suhu minimum dan maksimum
Vernalisasi adalah peningkatan perkecambahan atau pembungaan oleh suhu rendah
Istilah vernalisasi diperkenalkan oleh Trofim Denisovich Lysako tahun 1920

3. Kelembaban
Kelembaban tanah dan kelembaban udara mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Tanah yang lembab dan udara yang kering mempercepat pertumbuhan dan perkembangan.

4. Cahaya
Cahaya (merah, biru, nila dan violet) berperan sebagai sumber energi dalam proses fotosintesis.Pertumbuhan kecambah ditempat yang teduh akan berlangsung cepat, tetapi abnormal (etiolasi). Daun tanaman yang terkena cahaya lebih kecil dan mesofilnya lebih tebal dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya.
Stomata tanaman yang terkena cahaya ukurannya kecil dengan jumlah yang banyak dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya
Akar tanaman yang terkena cahaya lebih lebat dibandingkan yang sedikit mendapat cahaya
Efek fotoperiodisme, merupakan respon tumbuhan terhadap panjang pendek sinar matahari. Fotoperiodisme pada tumbuhan dikendalikan oleh fitokrom (sterling B. Hendrik)
Berdasarkan respos tumbuhan terhadap panjang pendeknya waktu penyinaran, tumbuhan dibedakan atas:
  • Tumbuhan hari pendek ( short day plant )
  • Tumbuhan yang berbunga ketika siang hari kurang dari 12 jam
  • Tumbuhan hari panjang (long day plant)
  • Tumbuhan yang berbunga ketika siang hari lebih panjang dari 12 jam
  • Tumbuhan hari netral (neutral day plant)
  • Tumbuhan yang berbunga tidak dipengaruhi oleh panjang pendeknya penyinaran matahari

5. Air
Air merupakan senyawa yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan. Air sebagai pelarut unsur hara dalam tanah, dan memelihara temperatur tanah.
Pertumbuhan berlangsung efektif pada malam hari, karena kandungan air dalam tumbuhan lebih tinggi dari pada siang hari

6. pH
pH sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Pada kondisi pH normal, kandungan unsur-unsur yang diperlukan seperti Ca, Mg, P dan K cukup tersedia. pH asam memiliki kandungan unsur Al, Mo, Zn yang dapat meracuni tumbuhan.
Gambar: tumbuhan yang sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan.




KESIMPULAN
1.      Perbedaan Pertumbuhan dan perkembangan
·        Pertumbuhan
Bertambahnya ukuran seperti panjang, lebar, volume dan massa.
Bersifat kuantitatif
Irreversibel (tidak dapat kembali ke keadaan semula)
Dapat diukur dengan menggunakan alat: auksanometer
·        Perkembangan
Suatu proses menuju kedewasaan (menuju suatu keadaan yang lebih tinggi, lebih teratur dan lebih kompleks)
Bersifat kualitatif
Reversibel (dapat kembali ke keadaan semula)
Tidak dapat diukur
2.      Macam-macam pertumbuhan pada tumbuhan, yaitu:
·        Pertumbuhan primer adalah pertumbuhan yang memanjang baik yang terjadi pada ujung akar maupun ujung batang. Pertumbuhan primer dapat diukur secara kuantitatif yaitu dengan menggunakan alat auksanometer .
·        Pertumbuhan sekunder adalah pertumbuhan yang dapat menambah diameter batang. Pertumbuhan sekunder merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil.
  1. Tahapan pertumbuhan dan perkembangan
·        Pembelahan sel (cleavage) : Jumlah bertambah banyak
·        Spesialisasi: sel-sel yang sejenis berkelompok
·        Diferensiasi sel : Sel-sel mengalami perbedaan bentuk dan fungsi
·        Organogenesis sel: proses pembentukkan organ-organ tumbuhan
·        Morfogenesis sel: Organ satu dengan yang yang lain memiliki kekhususan dalam bentuk dan fungsi
·        Perkecambahan; proses pertumbuhan biji menjadi makhluk hidup baru
DAFTAR KEPUSTAKAAN
Hidayat, Estiti. B. (1995). Anatomi tumbuhan Berbiji. Bandung. Penerbit ITB. 
http://ninityulianita.wordpress.com/2009/09/11/faktor-yang-mempengaruhi-pertumbuhan-dan-perkembangan-
http://asnani-biology.blogspot.com/2009/05/pertumbuhan-dan-perkembangan.html
http://blogger.kebumen.info/docs/ciri-ciri-pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan.php
Salisbury, F . B. and Ross. C (1998).  Fisiologi Tumbuhan (terjemahan). Penerbit Erlangga. Jakarta.
Sasmitamihardja, D. (1969). Fisiologi Tumbuhan. Dirjen Dikti. Depdikbud Jakarta.
www.authorstream.com/.../Dhes_Chy-400151-pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan
www.psb-psma.org/.../pertumbuhan-dan-perkembangan-tumbuhan
























TUGAS

FISiologi tumbuhan





Topik :
“ Pertumbuhan dan Perkembangan ”


Oleh:
JALILAH AZIZAH LUBIS
NIM. 8106173004
Kelas: A – Reguler





















PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2010




PERBAIKAN  MAKALAH
Penjelasan mengenai Teori Tunika Korpus dan Teori Histogen
·        Teori tunika korpus, pada tahun 1972 teori yang menyatakan bahwa titik tumbuh akar dan batang pada tumbuhan terdiri atas 2 zona yang terpisah susunannya, yaitu tunika dan korpus.Tunika merupakan lapisan terluar, yang selanjutnya berkembang menjadi jaringan primer. Korpus adalah bagian pusat titik tumbuh yang memiliki kemampuan membelah ke segala arah. Teori tunika korpus dikemukakan oleh ahli botani Schmidt
·        Teori histogen dikemukakan pada tahun 1868 yaitu Titik tumbuh akar dan batang pada tumbuhan disebut dengan histogen. Histogen terdiri dari plerom (bagian pusat akar dan batang yang akan menjadi empulur dan fasis), dermatogen (Lapisan terluar yang akan menjadi epidermis) dan periblem (lapisan yang akan menjadi korteks). Teori ini dikemukakan oleh Hanstein.
Gambar:Letak jaringan yang dikemukakan dalam teori Histogen
Felogen terdiri dari satu macam sel saja, sel Felogen memiliki vakuola dan dapat pula berisi kloroplas maupun tannin pada periode tertentu.
Pada penampang melintang sel felogen tersusun dalam lapisan yang berbentuk silinder yang juga disebut meristem lateral. Dan adapula yang tidak sinambung karena terbentuk di sejumlah tempat yang berbeda di sekeliling tumbuhan . Felodrem dan felem merupakan turunan dari felogen. Felodrem berbentuk  menyerupai sel parenkhim dan dapat dibedakan dari parenkhim korteks karena keberadaannya sesuai dengan deretan radial felem.
Sel Gabus (felem)  memiliki susunan yang sangat rapat dan tidak memiiki ruang antar sel, di waktu dewasa sel tidak hidup namu dapat berisi cairan atau padat yang tak berwarna, namun adapula yang berpigmen. Ciri sel gabus berisi zat gabus ( suberin) Suberin adalah senyawa yang berlemak dan biasanya nampak jelas sebagai lamella tengah yang menutupi dinding selulosa yang berlignin.
Gabus yang digunakan sebagai gabus botol berdinding tipis dan lumen selnya berisi udara. Gabus ini tak tembus air, tahan minyak dan ringan dapat digunakan sebagai isolator  dari suhu yang berbeda. Gabus dewasa dapat dimampatkan dan kenyal, tahan air dan isolator suhu  dan dipakai sebagai lapisan pelindung permukaan tumbuhan. Jaringan yang mati dapat terisolasi oleh peridrem dapat menambah efek isolasi gabus. 





Gambar : Letak felogen dalam lapisan batang


Pertanyaan  dalam forum diskusi :

1.      Kotiledon biji digunakan sebagai cadangan makanan, darimana biji mendapatkan makanan selain dari kotiledon, dan kenapa bisa keluar akar ?
2.      Jika terjadi pengelupasan kulit batang atau tercacah sehingga terluka bagaimana proses  pembentukan kulit baru dan proses penyembuhannya ?

Jawaban :

1.      Kotiledon berperan penting dalam pembentukan kecambah karena kotiledon berperan untuk meberrikan nutrisi sekaligus menyimpan cadangan makanan, Pada saat biji mengalami dormansi kotiledon tidak berguna sama sekali, tetapi jika berubah menjadi kecambah masa dormansi itu harus diberhentikan dengan cara merendam biji dengan air sehingga sel – sel yang di dalam aktif kembali bekerja. Hormo yang ada didalam biji seperti auksin. Auksin disintesis di meristem apikal, daun-daun muda dan biji
Fungsi hormon Auksin :
a.Merangsang pemanjangn sel pada daerah titik tumbuh
b. Merangsang pembentukkan akar
c. Merangsang pembentukkan buah tanpa biji (partenokarpi)
d. Merangsang differensiasi jaringan pembuluh
e. Merangsang absisi ( pengguguran pada daun)
f. Berperan dalam dominansi apical
         Kerja hormon ini sangat dipengaruhi oleh sinar matahari jika sudah terbentuk radikula dan plumula maka auksin lebih aktif bekerja pada bagian plumula. Enym amilase juga sangat giat bekerja dalam proses respirasi sehingga menambah energi sel untuk membelah, Hormon Giberellin akan naik dan Asam Absisat akan menurun sehingga kecambah aktif berkembang.




2.      Jaringan yang aktif dalam memperbaiki sel sel yag rusak atau terluka adalah periderm dan asam Traumalin ( Hormon penyembuh luka).
Periderm adalah jaringan pelindung yang dibentuk secara skunder menggantikan lapisan epidermis pada batang dan akar yang menebal. Pada waktu sebagian tumbuhan terluka seperti daun dan ranting yang tanggal, periderm langsung terbentuk di sepanjang permukaan yang terdedah.
Pada monokotil jaringan periderm sangat jarang ditemukan  disini ditemukan periderm keras yang berwarna keputihan dan tetap bertahan pada pertumbuhan pohon. Lapisan ini mengandung suberin dan mengalami sklerifikasi tanpa didahului pembelahan sel. Pada monokotil lain tidak terdapt periderm luka.
Sedangkan pada dikotil luka merangsang berlangsungnya urutan peristiwa metabolic. Respon sitologis yang mengiringi penutupan luka merupakan proses perkembangan yang memerlukan sintesis protein. Peridrem luka dibentuk sebelum penutupan permukaan yang terdedah oleh jaringan bekas luka ( birat ), jaringan ini mengandung jaringan mati ( nekrosis) dipermukaan dan sel hidup dibawahnya yang kemudian suberin dan berlignin serta membentuk lapisan penutup. Felogen luka terbentuk dibawahnya dan jika gabus dihasilkan, maka jaringan mati akan terangkat keluar. Kondisi lingkungan sangat mempengaruhi pertumbuhan periderm.
Asam Traumalin adalah hormon yang merangsang sel-sel daerah luka menjadi bersifat meristematik sehingga mampu mengadakan penutupan bagian yang luka, Vitamin B12 (riboflavin), piridoksin (vit. B6) asam ascorbat (vit. C), thiamin (vitamin B1), asam nikotinat merupakan jenis vitamin yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pertumbuhan dan perkembangan, Vitamin berperan sebagai kofaktor.

           



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar